Kyai Haji Buya Zainuddin Tolak Asas Dominus Litis, Khawatirkan Dampaknya Pada Pendidikan

 

Sukabumi – Sesepuh Pondok Pesantren Terbaru Al Istiqomah, sekaligus pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kyai Haji Buya Zainuddin, menyatakan keberatan dan menolak penerapan asas dominus litis, yang dinilainya berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan serta berdampak pada sistem pendidikan.

Dalam pernyataannya, Kyai Haji Buya Zainuddin menegaskan bahwa asas tersebut dapat mengganggu stabilitas pendidikan, terutama di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya.

“Penerapan asas ini bisa berimbas pada ketidakjelasan kewenangan dan berpotensi mengganggu sistem pendidikan yang telah berjalan baik. Pendidikan, terutama di pesantren, harus tetap berada dalam jalur yang jelas dan sesuai dengan nilai-nilai yang kami pegang,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan asas dominus litis dalam sistem hukum dan kebijakan negara seharusnya tidak mengesampingkan peran lembaga pendidikan, khususnya pesantren, yang memiliki karakteristik tersendiri dalam membangun moral dan akhlak generasi muda.

Kyai Haji Buya Zainuddin berharap agar pemangku kebijakan dapat melibatkan ulama dan akademisi dalam penyusunan regulasi, sehingga tidak berdampak negatif terhadap dunia pendidikan.

Sikap keberatan yang disampaikan oleh Kyai Haji Buya Zainuddin mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk tokoh pendidikan, akademisi, dan masyarakat luas yang peduli terhadap perkembangan sistem pendidikan berbasis keislaman.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *